Dua bumi pada dua Tuhan. Maka masing-masing punya aturan. Satu-satunya jembatan hanya ada untuk mencapai surga, dengan persimpangan neraka. Hingga saat ini tidak ada jembatan. Bahkan titian sekalipun untuk dua bumi pada dua Tuhan tersebut.
Maka, jika aku harus menggemakan suaraku, akankah bergaung? Sebab udara pun sepertinya enggan bertemu. Udara yang universal. Dimiliki oleh semua bumi pada semua Tuhan.
Aku dengan Tuhanku dan Kamu dengan Tuhanmu. Kita berjabat untuk satu?