Ibuku dan calon ibuku, dua perempuan yang hidup dalam satu nafas yang sama. Berbekal cinta yang mereka serahkan pada hidup hingga terlahir 3 anak dari masing-masing rahimnya. Masing-masing satu lelaki dan dua perempuan.

Perempuan pertama mereka, adalah kasih sayang yang terbanggakan. Lelaki pertama mereka, adalah setumpuk harapan dan segenap cinta yang terpaut pada suami-suaminya. Perempuan terakhir mereka, adalah bakal yang akan menutup semua gerak perjalanan mereka.

Tiba-tiba aku ingat film tentang 3 perempuan dari 3 masa yang berbeda. Tentang waktu. Hidup dengan zaman dan peradaban yang berbeda. Tetapi, kenapa mereka mengalami kegelisahan yang sama? padahal mestinya kematian menyisakan perubahan. Hidup dalam semangat zaman yang berbeda, tetapi kenapa mesti mengalami hidup yang menyesakkan? padahal mereka adalah manusia yang terlahir bebas?

Ibuku dan calon ibuku. Kenapa mereka mendapatkan lelaki yang tidak mensyukuri kehadiran mereka? Sebentar lagi, akan ada kehidupan baru diantara mereka. Semoga mereka tidak melihat lagi kekecewaan dan luka yang pernah mereka alami. Semoga mereka tidak perlu lagi menangis di malam-malam buta, dan menyerukan doa dalam kepedihan yang sangat menghimpit mereka.

Perempuan terakhir, semoga menjadi pembebas bagi lelahnya jiwa ibuku dan calon ibuku. Semoga.

September 19th, 2005 at 9:03 am and tagged , , , , ,  | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Tadi pagi, aku bangun dari mimpi aneh yang tidak aku mengerti.

Aku mimpi bertemu Tuhan yang menjelma melalui wajah perempuan.

Ia bertanya padaku, kenapa syukur menjadi kata yang sulit terucap dibanding doa yang meminta? bukankah manusia sudah aku beri kesempurnaan yang hakiki?

Aku tergagap mendapat pertanyaan seperti itu. Sehingga aku terbangun dari tidur ku yang kelewat lelap. jam 7.30. dan lagi-lagi aku kehilangan waktu ibadah pagi ku.

July 20th, 2005 at 9:11 pm and tagged , , , , , ,  | Comments & Trackbacks (1) | Permalink