Bertambah umur, bertambah perbuatan, bertambah amalan (I hope), bertambah dosa (hope not)…
33 menjadi cermin 2 sisi. Masa lalu dan masa datang. Kalau ingin menebus, maka cermin masa lalu yang dipakai. Kalau ingin terjaga, pastilah menerawang cermin masa datang.
Hmmm… Sepertinya mudah. Tapi… Entahlah. Patokan sementara, ya follow my guts and stay alert deh…
Berharap pada siapa jika dia menyakitimu?
Bersandar pada apa jika dia memalingkan badan darimu?
Stop!
Jangan bilang aku perempuan pemberani,
Jangan bilang aku perempuan tangguh,
Jangan bilang aku kuat. Semua itu omong kosong!
Aku tidak sepemberani apa yang mereka pikirkan!
Aku tidak setangguh apa yang mereka ungkapkan!
Aku tidak sekuat apa yang mereka bayangkan!
Tidak!
Banyak kegagalan yang aku hadapi dan aku kutuk habis-habisan
Banyak kesakitan yang aku ratapi diam-diam
Banyak kemarahan yang aku pendam hingga nyala api berkobar kelangit
Banyak ketakutan yang membuat aku meringkuk tanpa daya
Banyak air mata yang terurai di balik tawa yang terlihat sekarang
Jadi stop!
Jangan hakimi aku dengan itu!
Karena aku cuma mengibaratkan diri dengan sekeping uang logam.
Hanya sebegitu!
Sudahlah… cukupkan sudah pertengkaran sampai disini
Aku tidak menginginkannya
Biarlah pertengkaran jadi musuh kita
Tidak perlu kita jadikan teman apalagi sabahat
Sudahlah… aku sudah lelah
Bahkan untuk marah pun aku sudah tidak mampu lagi
Aku hanya ingin tidur… tidur dan tidur…
Sehingga tidak akan lagi aku dengar teriakan, caci maki, kemarahan, kata-kata kasar dan suara-suara kasar di telingaku
Sudahlah… aku tidak perlu mendapat pengakuan dan permintaan ampun
Aku tidak menginginkannya lagi
Karena tidak juga membuat keadaan mejadi baik
Sudahlah…
Biarkan aku tidur. Menutup mata rapat-rapat, menutup telinga kuat-kuat dan memeluk kesendirian seerat mungkin
Maka hanya hitam yang ada disekelilingku
Hanya kesendirian dan kehampaan saja ruang ku tidur
Sudahlah …
Aku tidak ingin bermimpi
Aku hanya ingin tidur terpejam dan terayun di ruang hampa
Yang membuat aku terlena
Sehingga tidak perlu aku bangun dari tidurku kapanpun
Biarkan malaikat tergopoh-gopoh mendekati aku dan berusaha membangunkanku
Tetapi aku tidak ingin bangun
Sebab dengan itu tidak perlu lagi ada aku
Menangislah …
Air mata milik setiap manusia
Tidak usah ragu untuk menitikkan airmata
Apalagi jika kau anggap itu perlu
Tapi kalau kau malu untuk menangis,
sembunyilah dan menangislah lirih terisak dalam kesunyian
Sehingga tidak perlu kau menyesal setelahnya
Menangislah …
Aku tidak akan menganggapmu pengecut, cengeng, atau penakut
Menangis bukan untuk dikasihani
Tetapi menangislah agar lara dan amarah dihatimu luluh
Agar satu bagian dari jiwamu terbuka
Ada banyak impian. Ada banyak khayal. Pada satu hari lagi.
Harus membentangkan jalan baru. Menapakkan batu satu persatu. Pada banyak hari ke depan.
Buka pandang pada padang hidup baru. Aku berdiri bersangkur tangguh.
Ada doa. Ada sesal. Pada satu hari lagi.
Ada hikmah di belakang. Ada harap di muka. Pada banyak hari ke depan.
Puji ku Tuhan, masih juga beriring dengan Doa.
Hidup dimulai. Besok. Jam 10.00. 27 Juli 2005.