Bertambah umur, bertambah perbuatan, bertambah amalan (I hope), bertambah dosa (hope not)…

33 menjadi cermin 2 sisi. Masa lalu dan masa datang. Kalau ingin menebus, maka cermin masa lalu yang dipakai. Kalau ingin terjaga, pastilah menerawang cermin masa datang.

Hmmm… Sepertinya mudah. Tapi… Entahlah. Patokan sementara, ya follow my guts and stay alert deh…

July 27th, 2008 at 4:34 pm and tagged , , , , , , ,  | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Berharap pada siapa jika dia menyakitimu?

Bersandar pada apa jika dia memalingkan badan darimu?

July 27th, 2007 at 1:37 am and tagged , , , , ,  | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Stop!

Jangan bilang aku perempuan pemberani,

Jangan bilang aku perempuan tangguh,

Jangan bilang aku kuat. Semua itu omong kosong!

Aku tidak sepemberani apa yang mereka pikirkan!

Aku tidak setangguh apa yang mereka ungkapkan!

Aku tidak sekuat apa yang mereka bayangkan!

Tidak!

Banyak kegagalan yang aku hadapi dan aku kutuk habis-habisan

Banyak kesakitan yang aku ratapi diam-diam

Banyak kemarahan yang aku pendam hingga nyala api berkobar kelangit

Banyak ketakutan yang membuat aku meringkuk tanpa daya

Banyak air mata yang terurai di balik tawa yang terlihat sekarang

Jadi stop!

Jangan hakimi aku dengan itu!

Karena aku cuma mengibaratkan diri dengan sekeping uang logam.

Hanya sebegitu!

November 6th, 2006 at 7:04 pm and tagged , , , , ,  | Comments & Trackbacks (1) | Permalink

Sudahlah… cukupkan sudah pertengkaran sampai disini

Aku tidak menginginkannya

Biarlah pertengkaran jadi musuh kita

Tidak perlu kita jadikan teman apalagi sabahat

Sudahlah… aku sudah lelah

Bahkan untuk marah pun aku sudah tidak mampu lagi

Aku hanya ingin tidur… tidur dan tidur…

Sehingga tidak akan lagi aku dengar teriakan, caci maki, kemarahan, kata-kata kasar dan suara-suara kasar di telingaku

Sudahlah… aku tidak perlu mendapat pengakuan dan permintaan ampun

Aku tidak menginginkannya lagi

Karena tidak juga membuat keadaan mejadi baik

Sudahlah…

Biarkan aku tidur. Menutup mata rapat-rapat, menutup telinga kuat-kuat dan memeluk kesendirian seerat mungkin

Maka hanya hitam yang ada disekelilingku

Hanya kesendirian dan kehampaan saja ruang ku tidur

Sudahlah …

Aku tidak ingin bermimpi

Aku hanya ingin tidur terpejam dan terayun di ruang hampa

Yang membuat aku terlena

Sehingga tidak perlu aku bangun dari tidurku kapanpun

Biarkan malaikat tergopoh-gopoh mendekati aku dan berusaha membangunkanku

Tetapi aku tidak ingin bangun

Sebab dengan itu tidak perlu lagi ada aku

August 12th, 2006 at 5:28 am and tagged , , , , , ,  | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Menangislah …

Air mata milik setiap manusia

Tidak usah ragu untuk menitikkan airmata

Apalagi jika kau anggap itu perlu

Tapi kalau kau malu untuk menangis,

sembunyilah dan menangislah lirih terisak dalam kesunyian

Sehingga tidak perlu kau menyesal setelahnya

Menangislah …

Aku tidak akan menganggapmu pengecut, cengeng, atau penakut

Menangis bukan untuk dikasihani

Tetapi menangislah agar lara dan amarah dihatimu luluh

Agar satu bagian dari jiwamu terbuka

May 11th, 2006 at 11:11 pm and tagged , , , , , , ,  | Comments & Trackbacks (1) | Permalink

Ada banyak impian. Ada banyak khayal. Pada satu hari lagi.
Harus membentangkan jalan baru. Menapakkan batu satu persatu. Pada banyak hari ke depan.
Buka pandang pada padang hidup baru. Aku berdiri bersangkur tangguh.

Ada doa. Ada sesal. Pada satu hari lagi.
Ada hikmah di belakang. Ada harap di muka. Pada banyak hari ke depan.
Puji ku Tuhan, masih juga beriring dengan Doa.

Hidup dimulai. Besok. Jam 10.00. 27 Juli 2005.

July 26th, 2005 at 7:46 am and tagged , , , , , , , , ,  | Comments & Trackbacks (2) | Permalink